Bersamaan dengan di peringatinya hari Serangan Umum 1 Maret 1949, Dinas kebudayaan( kundha kebudayaan) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Kegiatan Jambore Kesejarahan dan Manca Krida memperingati 73 Tahun Serangan Umum 1 Maret 1949 tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dari tanggal 5 – 6 Maret 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh komunitas sejarah dari berbagai wilayah di Indonesia seperti dari Kalimantan, Bandung, Jakarta, Surabaya dsb. Rangkaian acara ini terbagi menjadi 2 kegiatan. Dimana hari pertama bertempat di Hotel Royal Darmo Malioboro dan hari kedua bertempat di desa Cibuk, Margoluwih Seyegan Sleman.

Kegiatan Hari pertama yakni Jambore Kesejarahan diisi dengan materi oleh narasumber – narasumber hebat yakni Prof. Suhartanto, bapak Julianto Ibrahim, bapak Agus Priyono dan juga bapak Rz Hakim Judule yang membahas seputar peristiwa yang terjadi pada Serangan Umum 1 Maret 1949 secara mendalam. Kemudian kegiatan dilanjut dengan sesi 2 yakni diskusi perkompi mengenai peristiwa serangan umum yang diisi oleh narasumber dari Benteng Vredebug yakni Bapak V.Agus Sulistya dan bapak Eko yang dimana peserta di berikan pertanyaan oleh narasumber yang kemudian di diskusikan dalam kelompok/kompi. para peserta juga mendapatkan buku dari hasil diskusi mereka.

Kegiatanan hari kedua yakni Manca Krida Gerilya yang merupakan trobosan baru dari Dinas Kebudayaan DIY dengan mengajak seluruh peserta dan juga panitia menggunakan pakaian gerilya dan memeragakan peristiwa sejarah serangan umum 1 Maret 1949 yang dijadikan sebagai media pembelajaran sekaligus hiburan. Reka ulang adegan ini memiliki tujuan agar kita senantiasa bisa menghayati serta mendapatkan rasa dan aspek yang mendetail dari peristiwa sejarah yang telah terjadi

Perlu kita ketahui juga bahwasannya Serangan Umum 1 Maret ini sudah di tetapkan sebagai Hari Penegakkan Kedaulatan Indonesia sesuai dengan Keppres Nomor 2 Tahun 2022 yang telah di sahkan pada 24 Februari 2022. (Nurul Ismi – Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UPY)